Tekad Besar Terry Bawa Chelsea Juara di Musim Ini

London - Sudah empat tahun Chelsea tak menjuarai Premier League. John Terry berhasrat kuat mengantar timnya tampil sebagai kampiun di akhir musim.

Terakhir kali The Blues mengangkat trofi juara liga pada musim 2009-10 saat masih dibesut Carlo Ancelotti. Setelahnya, liga dikuasai duo Manchester di mana Manchester City dan United masing-masing juara dua kali.

Kedatangan kembali Jose Mourinho di 2013-14 diharapkan bisa mengantarkan Chelsea merajai kancah domestik. Sejak pekan awal, Terry cs hampir tidak pernah keluar dari empat besar, dan bahkan sempat beberapa pekan memuncaki klasemen. Tapi pada akhirnya mereka cuma finis ketiga di belakang City dan Liverpool.

"Tidak ada pemain yang bisa tahan ketika melihat tim lain sukses dan tidak merasa sakit," ujar Terry kepada Evening Standard. "Kami cukup dekat (juara) di liga pada musim lalu, Liverpool mungkin juga merasakan hal yang sama."

"Ketika Anda bermain seluruh pertandingan itu dan pada akhirnya kalah, tentu mengecewakan, itu membuat patah hati. Untuk itu lah yang Anda bekerja di sepanjang musim, untuk itulah Anda hidup," lanjut kapten Chelsea ini.

"Aku ingin memenangi banyak trofi, musim lalu kami tidak. Kami tidak lebih termotivasi karena kami selalu termotivasi tapi dengan para pemain baru, kami akan mengejar titel lagi."

"Bagiku rasa lapar ada karena tidak memenangi gelar liga. Kami harus kembali juara liga. Sudah empat tahun sejak terakhir kali kami menjuarainya dan aku percaya kami punya skuat yang cukup untuk itu. Kami begitu termotivasi," lugas Terry.

Waspadai Jamu Tradisional Oplosan yang Beredar di Pasaran


Surabaya - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur meminta masyarakat turut mewaspadai dan tidak mudah percaya dengan jamu tradional kemasan 'oplosan' bahan kimia yang membahayakan. Jamu oplosan tersebut sudah banyak beredar di pasaran.

"Obat tradisional tidak ada efek sampingnya dan penyembuhannya relatif membutuhkan waktu lama. Kalau efeknya cepat berarti itu jamu oplosan," kata Kepala Dinkes Jatim Harsono, Jumat (12/9/2014).

Ia menerangkan, jamu tradisional kemasan saat ini banyak ditemukan dalam penjualannya. Bahan-bahannya dicampur dengan bahan kimia yang dapat merusak tubuh. Seperti mengandung kortikosterid yang dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal.

"Kami selalu menyosialisasikan kepada masyarakat agar berhati-hati dalam mengonsumi jamu kemasan," tuturnya.

Mantan Bupati Ngawi ini menerangkan, pihaknya bersama dengan Balai Besar POM dan kepolisian rutin menggelar razia ke obat-obatan tradisional kemasan. Karena diindikasikan banyak jamu tradisional yang dioplos dengan bahan kimia.

"Kami (Dinkes) terus melakukan pendataan perusahaan jamu tradisional. Tujuannya juga untuk menertibkan izin edarnya," tandasnya.

Truk Muat Jeruk Dirampok, Sopir Dikepruk Pistol

     


Situbondo - Enam kawanan perampok merampas truk colt diesel DK 9444 AW di Jalan Raya Hutan Baluran. Sopir dan kenek dilukai dan dibuang di tengah kebun jagung.

"Pengakuan sopir dan kenek truk, pelaku ada enam orang. Dua di antaranya membawa pistol," kata Kasubbag Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi, Jumat (12/9/2013).

Wahyudi menerangkan, truk bermuatan 6,5 ton jeruk itu hendak ke Jakarta. Namun setiba di lokasi kejadian, mereka dihadang enam orang mengendarai mobil Toyota Avanza warna hitam. Keenam pria itu sempat mengaku sebagai anggota Tim Buru Sergap (Buser) Polres.

Tahu begitu, sopir truk, Gede Swastika, segera menghentikan truknya. Saat itulah, dua pelaku langsung menodongkan pistolnya ke arah kenek truk, Komang Gede Dian Perdata (35), warga Negara, Bali, sambil memaksa membuka pintu truk. Merasa ada yang tidak beres, Komang Gede pun enggan membuka pintu truknya. Saat itulah, salah satu pelaku langsung memecahkan kaca truk dengan pistol.

Komang Gede pun memilih angkat tangan, dan langsung diseret ke dalam mobil Avanza pelaku. Sementara Gede Swastika sempat berusaha melawan. Dia baru menyerah, setelah bagian kepalanya terluka akibat dikepruk pistol. Saat itulah, Gede Swastika juga langsung diseret ke dalam mobil Avanza. Di dalam mobil ini, tangan dan kaki kedua korban sempat diikat. Mata dan mulut keduanya juga dilakban.

Selama di dalam mobil, sopir dan kenek truk itu sempat dianiaya. Keduanya akhirnya dibuang ke tengah kebun jagung, di tepi jalan Desa Kayu Putih Kecamatan Panji. Usai membuka tali di kaki dan tangan, serta melepas lakban di mulut dan matanya, keduanya langsung mendatangi Mapolsek Panji.

Oleh petugas Polsek, keduanya diantar ke rumah sakit untuk mengobati lukanya, sebelum akhirnya dibawa ke Mapolres Situbondo.

"Truknya dibawa kabur oleh teman pelaku yang diduga memang menunggu di sekitar hutan Baluran. Sebab saat dibawa dalam mobil, kedua korban mendengar ada pelaku yang menelpon temannya untuk membawa truk itu menyeberang. Anggota di lapangan masih berusaha melakukan pengejaran," lanjut Wahyudi.

Selain membawa kabur truk, dompet milik sopir dan kenek truk itu juga ikut dirampas. Selain berisi surat-surat penting, dompet kedua korban itu juga berisi uang sekitar Rp 8 juta.

Perangi Ebola, Kuba Kirimkan 165 Dokter dan Perawat ke Sierra Leone



Jenewa, - Pemerintah Kuba akan mengirimkan 165 dokter dan perawat ke Sierra Leone untuk membantu memerangi wabah Ebola di negara Afrika barat tersebut.

"Kami akan berkontribusi dengan sekelompok 165 kolaborator, yang terdiri dari 62 dokter dan 103 perawat," tutur Menteri Kesehatan Kuba Roberto Morales Ojeda kepada para wartawan di Jenewa seperti dilansir AFP, Jumat (12/9/2014).

Dikatakan Ojeda, para pekerja medis tersebut sebelumnya pernah berpartisipasi dalam situasi wabah dan mereka semua sukarela mengajukan diri mereka untuk misi ini. Menurut Ojeda, sebagian dari mereka saat ini telah tiba di Sierra Leone.

Di Sierra Leone, sejauh ini lebih dari 500 orang telah tewas akibat virus Ebola ini.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia alias WHO, Margaret Chan pun memuji langkah Kuba ini. Dikatakannya, ini merupakan kontribusi serupa terbesar sejauh ini dalam perang global untuk menanggulangi wabah Ebola.

Wabah Ebola paling buruk sepanjang sejarah ini, telah menewaskan lebih dari 2.400 orang dan menjangkiti dua kali lipat angka tersebut. Demikian menurut data terbaru yang dirilis Organisasi Kesehatan Dunia alias WHO hari ini.

"Hingga 12 September, kita memiliki 4.784 kasus dan lebih dari 2.400 kematian," kata Chan.

"Di tiga negara yang paling terpukul, angkanya bergerak lebih cepat daripada kemampuan untuk menanggulanginya," pungkas Chan seraya menyerukan adanya respons yang lebih kuat, lebih cepat dari komunitas internasional.

Blogger news